Jagung untuk pakan ternak saat ini memiliki potensi yang sangat besar. Fakta lapangan membuktikan bahwa jagung kini menjadi sumber pakan untuk ternak yang paling digemari. Pakan ternak dari jagung  banyak dipilih menjadi sumber pakan karena sifatnya yang mudah dalam produksi, penyimpanan, dan kandungan yang dimiliki. Sebelum itu, mari kita mengenal lebih dalam tentang jagung.

Pengertian Jagung

Jagung atau dengan nama latin (Zea mays L.) merupakan tanaman rumput-rumputan yang berbatang tunggal dan berbiji tunggal, walau ada kemungkinan tumbuh batang anakan pada beberapa genotipe atau dipengaruhi oleh lingkungan.

Jagung tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 0,6 hingga 3 m, dengan umur kurang lebih 3 bulan dan hidup musiman. Batang jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun-daun tumbuh pada tiap-tiap buku dan saling berhadapan satu sama lain.

Pada umumnya tanaman jagung memiliki pola pertumbuhan yang sama, namun dapat berbeda pada jeda waktu pertumbuhan dan jumlah daun yang berkembang. Pertumbuhan jagung dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu:

  1. Perkecambahan, fase ketika benih jagung mulai menyerap air sampai benih jagung membengkak. Sampai dengan munculnya daun pertama. Kecambah akan muncul ke permukaan tanah setelah 4 sampai 5 hari setelah ditanam.-=-
  2. Pertumbuhan, ditandai dengan munculnya daun pertama yang bisa terbuka secara sempurna dan sebelum keluarnya bunga betina. Fase ini dapat diidentifikasi dengan jumlah daun yang dapat terbentuk.
  3. Fase Reproduksi, adalah masa pertumbuhan ketika silking telah masak sampai fisiologis.

 

Jenis-Jenis Jagung

Jagung memiliki banyak jenis. Di Indonesia ada beberapa jenis jagung yang dapat hidup. Masing-masing dari jenis jagung memiliki warna, tekstur dan fungsi yang berbeda-beda.

Beberapa jenis jagung dapat dimanfaatkan menjadi makanan, namun ada juga jenis yang dikhususkan menjadi pakan ternak atau menjadi tepung. Oleh karena itu mari kita mengenal jenis-jenis jagung yang ada di Indonesia.

1. Jagung Manis

atau sweet corn adalah jenis jagung yang sering diolah. Jenis ini memiliki rasa manis dan biji yang empuk. Biasa diolah menjadi bakwan, campuran dalam sayur asem, dibakar, atau direbus saja. Rasa manis yang pada sweet corn dikarenakan jagung ini mengandung kadar gula yang lebih tinggi daripada kandungan pati biji, sehingga rasanya manis dan cenderung lebih banyak air.

2. Jagung Berondong

Fisik dari jagung ini adalah biji yang keras dan kecil. Dengan kelembapan sebesar 14%-20%. Ketika dipanaskan, air di dalam biji akan terperangkap dan berubah menjadi uap, sehingga biji jagung akan mengembang. Jagung ini dapat mengembang 10-30 kali lebih besar dari ukuran awal. Hasil yang mengembang inilah yang dinamakan Popcorn.

3. Jagung Mutiara

Memiliki warna biji yang unik. Jagung jenis ini memiliki warna kuning, merah dan juga putih. Bentuk bijinya cenderung kecil dan licin. Sifatnya yang mengerut ketika dipanaskan menjadikan jagung jenis ini difungsikan untuk pakan ternak saja. Namun dinegara lain seperti Amerika, Jagung ini dimanfaatkan menjadi tepung atau bubur.

4. Jagung Gigi Kuda

Ukuran jagung gigi kuda termasuk lebih besar dibanding dengan jenis lain. Warna bijinya cenderung lebih terang. Dengan kandungan pati lebih tinggi, namun rendah akan kandungan gula. Jenis Jagung ini memiliki dua warna. Jagung kuning dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan jagung putih dijadikan kripik tortila.

5. Jagung Ketan

Seperti namanya, biji jagung ini memiliki yang ketika diolah akan menjadi kenyal dan lengket seperti ketan. Hal ini terjadi karena kandungan amilopektin yang cukup tinggi. Biasanya diolah menjadi olahan bertekstur kenyal seperti lepet.

 

Bagian-Bagian Jagung

Jagung memiliki beberapa bagian-bagian, Lalu bagian jagung apa saja yang bisa dijadikan pakan ternak?.

  1. Biji Jagung.

    Pemberian biji jagung menggunakan konsentrat untuk sumber energi yang lebih aman. Karena hewan tidak akan mengalami over-heat yang berakibat penurunan nafsu makan. Namun biji jagung perlu digiling terlebih dahulu sebelum diberikan pada hewan ternak, karena biji jagung tanpa melalui proses penggilingan dapat lolos tanpa tercerna pada pencernaan hewan.

  2. Jerami Jagung.

    Digunakan untuk pengganti sumber serat atau menggantikan 50% peran rumput hijau. Dalam penggunaan jerami jagung juga perlu dibarengi dengan konsentrat untuk memenuhi kebutuhan ternak. Sebaiknya diberikan dalam kondisi kering, karena limbah jerami jagung memiliki kandungan air yang tinggi.

  3. Tongkol Jagung.

    Tongkol jagung atau batang dalam jagung memiliki kandungan serat kasar yang tinggi, namun rendah akan kandungan protein, mineral, vitamin, dan tidak memiliki kandungan karoten. Sehingga dalam pengaplikasiannya diperlukan suplementasi bahan pakan yang mengandung sumber protein, mineral, vitamin agar bisa memenuhi kebutuhan ternak.

  4. Klobot Jagung.

    Klobot jagung atau kulit jagung juga dapat dijadikan pakan ternak. Karena kandungan serat sebesar 32%. Namun sebagai sumber pakan alternatif dengan kandungan serat tinggi, klobot jagung mengandung masalah. Serat sebagai komponen utama klobot jagung ternyata sulit dicerna oleh lambung ruminansia.

 

Potensi Jagung Untuk Pakan Ternak

jagung pakan ternak

Pada bidang peternakan, kepopuleran jagung sebagai bahan pakan ternak semakin meningkat. Menurut data BKP Kementan pada tahun 2018, total produksi pakan sebesar 19,4 juta ton. Kebutuhan jagung untuk industri pakan sebanyak 7,8 ton.

Dan untuk peternak mandiri sebesar 2,5 juta ton. Data ini mengalami kenaikan pada tahun 2019 menjadi 8,59 juta ton untuk industri pakan dan 2,92 juta ton untuk peternak mandiri.

Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, menjadi salah satu faktor meningkatnya produksi jagung untuk pertumbuhan industri peternakan.

Karena peran peternakan yang bertugas untuk memenuhi ketersediaan kebutuhan protein untuk masyarakat. Prospek ke depannya,  perkembangan jagung adalah menjadi bahan industri pakan.

Jagung sangat diminati oleh ternak. karena dengan keunggulannya yang mudah dalam penyimpanan, dapat diproduksi secara besar-besaran, dan mudah diaplikasikan dengan bahan ternak yang lain.

Namun jagung tentu memiliki kekurangan, jagung defisien akan kandungan protein, sehingga dalam penggunaannya harus berbarengan dengan sumber protein seperti hijau leguminosa.

 

Perbandingan Jagung Dengan Bahan Pakan Lain

Jagung menduduki peringkat pertama sebagai pakan yang paling digemari oleh para peternak. Salah satunya karena dibanding dengan bahan pakan yang lain seperti dedak padi, kedelai, maupun polard. Jagung memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dan penyiapan yang lebih mudah.

Jika dibandingkan dengan dedak padi, jagung memiliki kandungan serat yang sedikit lebih rendah. Kandungan serat kasar pada dedak padi terlampau tinggi, sehingga dedak padi cepat basi. Selain itu dalam penggunaan dedak padi harus memperhatikan suhu penyimpanannya agar dapat bertahan lama.

Jenis pakan yang kedua ada kedelai. Kedelai dapat dijadikan pakan karena mengandung protein yang tinggi. Namun kedelai memiliki kandungan air yang cukup tinggi, sehingga diperlukan proses tambahan untuk mengurangi kadar airnya.

Berbanding terbalik dengan kedelai, polard memiliki kandungan protein yang sangat rendah. Dengan inilah mengapa penggunaan polard sebagai pakan tidak sepopuler pakan yang lain. Karena dikhawatirkan kebutuhan nutrisi ternak tidak dapat tercukupi dengan baik.

 

Alasan Mengapa Jagung Lebih Baik

Jagung termasuk ke dalam jenis tumbuhan serelia. Tanaman serelia sudah umum dipilih sebagai bahan pakan ternak, terlebih ternak unggas. Pada tanaman jagung hampir semua bagian dapat dimanfaatkan dan diolah.

Pada ternak ayam menggunakan bagian biji. Sedangkan untuk pakan ternak sapi menggunakan bagian daun kering dan batang yang diolah menjadi silase (pakan berkadar air tinggi).

Bongkol jagung dapat dimanfaatkan menjadi pakan yang kaya akan protein melalui proses fermentasi.

Alasan dipilihnya jagung menjadi pakan ternak karena kandungan karbohidrat sebesar 70%, 10% protein dan lemak 5%. Jagung juga mengandung pati sebanyak 60%-80%. Sehingga mudah dicerna karena kandungan serat kasarnya relatif lebih rendah.

Untuk peternakan ayam akan banyak mendapatkan kelebihan jika menjadikan jagung sebagai pakan. Kandungan pati jagung mengandung xantofil, xantofil ini dapat berfungsi untuk meningkatkan kepekatan warna kuning pada kaki dan kuning pada telur ayam.

Banyak manfaat dari tanaman jagung yang diperlukan oleh ayam. Seperti meningkatkan stamina ayam, sumber kalium, menambah berat badan, dan menjaga kesehatan pencernaan ayam.

Jagung Pakan Untuk Ternak Ruminansia

Ternak ruminansia memiliki keistimewaan yaitu memiliki perut ganda. Dimana pada perut bagian depan mampu mencerna pakan berserat tinggi, dengan demikian ternak ruminansia dapat bertahan hidup dengan sumber pakan seperti rumput dan dedaunan hijau.

Namun bila ternak ruminansia hanya bergantung pada hijauan maka akan timbul masalah kekurangan pakan hijau ketika musim kemarau melanda.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alternatif pakan yang ketersediaannya stabil dan terjaga.

Bukan hanya bagian biji yang dapat dijadikan pakan ternak. Limbah jagung seperti batang dan daun dapat dijadikan pakan ternak, tapi hanya untuk ternak ruminansia karena kandungan serat yang tinggi.

Peran jerami jagung sangat penting pada kondisi kemarau, ketika pakan rumput hijau sulit untuk didapatkan.

Penyimpanan jerami jagung juga terbilang mudah, dengan bantuan sinar matahari sebagai pengering. Maka pakan jerami jagung bisa dijadikan cadangan pakan ketika kemarau tiba.

Tak jarang, tanaman jagung memang disengaja ditanam untuk dijadikan pakan tambahan ternak ruminansia. Pada saat tanaman jagung akan menumbuhkan bulir atau pada umur tertentu, pada saat itulah jagung mengandung gizi yang sangat tinggi untuk ternak.

 

Jagung Pakan Untuk Ternak Unggas

Sebagai pakan ternak, jagung dimanfaatkan sebagai sumber metabolis atau sumber energi untuk hewan ternak. Walau kandungan protein jagung mencapai 8,5%, namun fokus penggunaan jagung adalah sebagai sumber energi.

Jika kandungan energi pada jagung masih kurang mencukupi, biasanya akan ditambahkan minyak agar energi ransum dapat sesuai dengan kebutuhan ternak.

Jagung memiliki kandungan nutrisi yang cukup kompleks. Biji jagung mengandung 3,5% lemak. Kandungan asam linoleat dalam jagung juga termasuk tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan ayam, terlebih ayam petelur.

Jagung memiliki kandungan kalsium dan juga fosfor yang relatif rendah.

Dalam ransum untuk ternak unggas, jagung menyumbang lebih dari 50% kebutuhan energi yang diperlukan oleh hewan ternak.

Tanaman jagung memiliki kandungan energi yang tinggi karena tingginya kandungan pati yang dimiliki biji jagung. selain itu kandungan serat kasar yang relatif rendah menjadikan jagung cocok sebagai pakan ternak unggas.

 

Penyimpanan Jagung Untuk Pakan Ternak

Dalam penyimpanannya, biji jagung berpotensi terkena jamur. Penyebab hal ini terjadi karena proses penanganan pasca panen yang tidak tepat. Seperti proses pengeringan tidak sempurna, tempat penyimpanan dengan suhu yang terlalu lembap.

Bisa juga faktor ketika proses pemanenan, yaitu waktu panen yang tidak tepat; jagung yang di panen adalah jagung muda yang mudah pecah ketika pengeringan, sehingga mudah terkontaminasi hama pada proses penyimpanan.

Untuk menghindari kontaminasi hama pada saat penyimpanan, biji jagung harus disimpan dalam kondisi kering, bersih, terbebas dari hama dan kerusakan fisik.

Keadaan yang ideal untuk jagung siap simpan adalah memiliki kadar air di bawah 25%.

Selama dalam ruangan penyimpanan diperlukan pengamatan suhu dan kelembapan secara bertahap untuk menjaga kualitas jagung tetap terjaga. Hal ini dilakukan untuk mencegah atau meminimalisir kualitas jagung menurun dan terproses menjadi pakan.

Mengingat peran jagung yang begitu penting dalam pakan ternak, sangat fatal akibatnya apabila penanganan bahan baku tidak dilakukan dengan optimal.

Bahan baku pakan yang tidak berkualitas dapat menyebabkan performa unggas menurun.

Ditandai dengan produksi telur, berat telur, kualitas cangkang, dan bobot tubuh menurun. Akibat lainnya adalah kekebalan ternak terganggu serta menurunnya nafsu makan.

 

Pengolahan Jagung Sebagai Pakan Ternak

Dengan besarnya potensi limbah jagung sebagai pakan, walau hanya untuk ternak ruminansia, mengingat tingginya kandungan serat.

Pemanfaatan limbah jagung sebagai pakan dalam bentuk segar merupakan pilihan yang mudah dan murah, namun sebaiknya pada saat panen tanaman jagung, limbah tersebut disimpan untuk stok pakan pada musim kemarau atau ketika kekurangan pakan hijau.

Untuk itu diperlukan inovasi dan cara pengawetan tanaman jagung jagung untuk pakan ternak. Berikut inovasi dan cara pengawetan Tanaman jagung:

Fodder Jagung Untuk Pakan Ternak

fodder jagung

Fodder jagung merupakan keseluruhan bagian dari tanaman jagung kecuali akar, dalam kondisi segar maupun telah mengalami pengolahan tertentu. Pembuatan fodder sebagai pakan sangat mudah dan efisien.

Pembuatan fodder dapat dilakukan dengan lahan terbatas, karena bisa dibuat dengan cara bertingkat menggunakan rak.

Pada prinsipnya fodder adalah mengecambahkan benih jagung hingga mengeluarkan daun pertama dari kotiledon kemudian dipanen seluruh bagian tanamannya.

Fodder biasa dijadikan pakan alternatif yang menekan penggunaan konsentrat komersial. Lalu bagaimana tahapan pembuatan fodder jagung?.

Cara Pembuatan Fodder Jagung:

  1. Siapkan benih jagung dan bak semai yang bagian bawahnya telah dilubangi, gunanya agar air tidak menggenang.
  2. Rendam benih selama 12 jam. Setelah itu tabur secara merata di atas bak semai.
  3. Gunakan penutup kertas atau kain basah, fungsinya untuk menjaga kelembapan benih.
  4. Siram secara rutin dan berkala.
  5. Dalam waktu 2 hari, benih mulai berkecambah.
  6. Akar akan mencapai 2 cm di umur 10 hari.
  7. Pemanenan dapat dilakukan di umur 11-14 hari dengan cara menggulung bibit beserta akarnya.
  8. Fodder sudah siap diberikan ke ternak.

Dalam dua minggu, dari 1 kg benih dapat menghasilkan sekitar 10 kg fodder jagung. Untuk mengurangi kadar air, fodder dapat dikeringkan/ diangin-anginkan sebelum diberikan ke ternak. Biasanya perlu penyesuaian pada ternak, namun lama kelamaan ternak akan terbiasa dengan pakan fodder jagung ini.

 

Hay Jagung untuk Pakan Ternak

hay jagung

Hay merupakan pakan hijauan yang segaja dipotong dan dikeringkan. Bertujuan untuk diberikan pada pakan ternak ketika musim kemarau atau kekurangan pakan hijauan.

Pembuatan hay merupakan cara alternatif pakan jagung yang tergolong mudah. Ada dua cara pembuatan hay, yaitu dengan mode hamparan dan model pod.

Pada mode hamparan adalah dengan cara memotong kecil jerami jagung. Kemudian potongan jerami jagung dihamparkan di lapangan terbuka di bawah sinar matahari. Dilakukan pembalikan secara berulang dan rutin setiap hari hingga kering.

Cara yang kedua adalah mode pod. Pada mode pod diperlukan adanya sedikit tambahan biaya, kebutuhan rak sebagai tempat penyimpanan dan penjemuran jerami jagung selama 2-3 hari. Ada dua jenis pod yaitu tripod (rak dengan 3 kaki) dan tetrapod (rak dengan kaki  4).

Dalam pemilihan jenis rak / pod tidak ada aturan khusus, yang terpenting adalah rak dapat digunakan dengan baik untuk menjemur dan menyimpan jerami jagung selama 3-6 minggu sebelum digunakan sebagai pakan ternak.

 

Silase Jerami Jagung

silase jerami jagung

Akibat dari upaya peningkatan produksi jagung dengan cara perluasan areal tanam menimbulkan dampak berupa peningkatan lonjakan limbah jerami jagung.

Dengan jumlah limbah jerami jagung yang semakin meningkat diperlukan inovasi untuk pengawetan agar tidak terbuang percuma.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan silase. Silase merupakan upaya pengawetan terhadap pakan hijauan yang memiliki kadar air tinggi, dan dilakukan dengan cara anaerobic (tanpa udara).

Berikut ini cara pembuatan silase jerami jagung:

  1. Jerami jagung dicacah dengan ukuran 5-10 cm, pencacahan ini bertujuan untuk memadatkan jerami jagung ketika penyimpanan, sehingga anaerob dapat terjadi dengan mudah.
  2. Setelah dicacah, jerami jagung dikeringkan selama kurang lebih 6 jam. Ini bertujuan mengurangi kadar air agar silase tidak mudah busuk.
  3. Jerami jagung, dedak padi, dan pengurai dicampur menjadi satu dan diaduk merata.
  4. Campuran tadi kemudian dimasukkan dalam kantong plastik. Disimpan dan harus dibuat rapat hingga tidak ada udara.
  5. Jerami jagung difermentasi di dalam kantong plastik selama kurang lebih 3 minggu. Hasilnya adalah silase jerami jagung, selama penyimpanan silase masih terjaga dengan baik maka silase bisa digunakan hingga 2 bulan.

Baca Juga artikel pengolahan dan informasi jagung di website: rumahmesin

Demikianlah beberapa pembahasan mengenai jagung sebagai pakan ternak. Jagung memang memiliki potensi yang tinggi untuk komoditas utama pakan ternak. Karena kandungan nutrisinya, kemudahan dalam penyimpanan, banyaknya variasi pakan jagung, dan kemudahan dalam produksi pakan. Sekian artikel ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca semua.

× Whatsapp Kami!