Mesin Cokelat Lengkap Dari Kakao Ke Cokelat

Mesin Cokelat adalah sebuah alat atau mesin yang memiliki untuk mengolah atau membuat cokelat dari biji kakao perkebunan.

Pengolahan Buah kakao akan menjadi primadona, karena Indonesia menjadikan buah kakao sebagai salah satu potensi unggulan ekspor.

Untuk menunjang program tersebut,  perlu penyediaan mesin Pembuat Cokelat yang standar agar menghasilkan kakao maupun cokelat yang berkualitas.

Berikut adalah alat dan mesin Cokelat lengkap dari Kakao ke Cokelat yang bisa menjadi rujukan untuk proses pengolahan buah kakao.

 

Model Mesin Pengolah Kakao Menjadi Biji Kakao Siap Produksi

Mesin Cokelat dibawah ini adalah alat dan mesin untuk mengolah Buah Kakao untuk mendapatkan Biji Kakao.

1. Mesin Pemecah Buah Kakao / Pod Breaker

mesin cokelat
Gambar Mesin Pemecah Dan Pemisah Biji Kakao

Spesifikasi Mesin Pemecah Buah Kakao / Pod Breaker :

a. Mesin Pemecah Buah Kakao / Pod Breaker Kapasitas 1 – 1,5 ton :

Kapasitas Proses: 1 – 1,5 ton
Dimensi Mesin: 3150 mm X 1300 mm X 2250 mm.
Penggerak: Elektromotor atau Motor Bensin .
Daya ( Power ): 5.5 HP atau 2HP
Energi Yang Digunakan: Bensin atau Listrik
Transmisi: Sabuk V.Belt Dan Pulley
Rangka Mesin: Baja Profil Kotak.
Pemisah Biji: Ayakan Stenliss Steel.
Fungsi: Memecah Kakao Sekaligus Memisahkan Bijinya.

b. Mesin Pemecah Buah Kakao / Pod Breaker K500 :

Dimensi Mesin:1900 mm X 850 mm X 1715 mm.
Penggerak:Motor Bensin.
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Daya ( Power ):5.5 HP.
Transmisi:Sabuk V.Belt Dan Pulley.
Kapasitas Proses:500 Kg / Jam.
Rangka Mesin:Baja Profil Kotak.
Pemisah Biji:Ayakan Stenliss Steel.
Fungsi:Memecah Kakao Sekaligus Memisahkan Bijinya.

c. Mesin Pemecah Buah Kakao / Pod Breaker Kapasitas 300kg / jam:

Dimensi Mesin:1500 X 800 X 1200 mm
Penggerak:Motor bensin 5.5 HP HONDA
Transmisi:Sabuk V.belt dan pulley
Kapasitas:300 kg / jam
Rangka mesin:Baja profil kotak
Pemisah biji:Ayakan stenliss steel
Fungsi:Memecah Kakao Sekaligus Memisahkan Bijinya.

2. Mesin Pemisah Lendir / Getah Kakao / Depulper

mesin cokelat
Gambar Mesin Pemisah Lendir / Getah Kakao / Depulper


Spesifikasi Mesin Pemisah Lendir / Getah Kakao / Depulper 

a. Mesin Pemisah Lendir / Getah Kakao / Depulper Kapasitas 1 Ton / Jam :

Kapasitas:1 Ton / Jam ( Atau Bisa Sesuai Permintaan )
Daya ( Power ):5.5 HP HONDA.
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Transmisi:Sabuk V.belt Dan Pulley.
Rangka Mesin:Baja Profil Kotak.
Pemisah Lendir:Ayakan Stainless Steel Anti Karat.
Dimensi Mesin:1900 mm X 800 mm X 1480 mm.
Penggerak:Motor Bensin.
Fungsi:untuk memisahkan atau memerah lendir yang ada pada biji kakao

b. Mesin Pemisah Lendir / Getah Kakao / Depulper Kapasitas 500 kg / Jam :

Fungsi:Untuk memisahkan atau memerah lendir yang ada pada biji kakao.
Dimensi Mesin:1500 mm X 600 mm X 1080 mm.
Penggerak:Motor Bensin.
Daya ( Power ):5.5 HP.
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Transmisi:Sabuk V.belt Dan Pulley.
Kapasitas:500 Kg / Jam.
Rangka Mesin:Baja Profil Kotak.
Pemisah Lendir:Ayakan Stainless Steel Anti Karat

c. Mesin Pemisah Lendir / Getah Kakao / Depulper Kapasitas 200 kg / Jam :

Kapasitas:200KG/JAM
Dimensi Mesin:1100 mm X 750 mm X 1300 mm.
Daya ( Power ):5.5 HP HONDA.
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Transmisi:Sabuk V.belt Dan Pulley.
Rangka Mesin:Baja Profil Kotak.
Pemisah Lendir:Ayakan Stainless Steel Anti Karat.
Penggerak:Motor Bensin
Fungsi:untuk memisahkan atau memerah lendir yang ada pada biji kakao

 

3. Mesin Sortasi Biji Kakao

mesin cokelat
gambar Mesin Sortasi Biji Kakao

Spesifikasi Mesin Sortasi Biji Kakao

a. Spesifikasi Mesin Sortasi Biji Kakao kapasitas 1,2 ton:

Kapasitas Proses: 1,2 ton
Dimensi Mesin: 2400 mm X 1250 mm X 840 mm.
Penggerak: Motor Bensin Merek HONDA.
Daya ( Power ): 5.5 HP.
Energi Yang Digunakan: Bensin.
Transmisi: Sabuk V.Belt Dan Pulley.
Rangka Mesin: Baja Profil Kotak.
Pemisah Biji: Ayakan Stenliss Steel.
Fungsi: Menyortasi Biji Kakao

b. Spesifikasi Mesin Sortasi Biji Kakao K500:

Dimensi Mesin:1800 mm X 1050 mm X 800 mm.
Penggerak:Motor
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Daya ( Power ):5.5 HP.
Transmisi:Sabuk V.Belt Dan Pulley.
Kapasitas Proses:500 Kg / Jam.
Rangka Mesin:Baja Profil Kotak.
Pemisah Biji:Ayakan Stainless Steel Anti Karat.
Fungsi:Menyortasi Biji Kako.

c. Spesifikasi Mesin Sortasi Biji Kakao K200:

Kapasitas Proses:200 kg/jam.
Dimensi Mesin:1000 mm X 600 mm X 1200 mm.
Penggerak:Motor Bensin Merek HONDA.
Daya ( Power ):5.5 HP.
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Transmisi:Sabuk V.Belt Dan Pulley.
Rangka Mesin:Baja Profil Kotak.
Pemisah Biji:Ayakan Stenliss Steel.
Fungsi:Menyortasi Biji Kakao

 

4. Oven Pengering Biji Kakao

mesin cokelat
gambar Oven Pengering Biji Kakao

Spesifikasi Oven Pengering Biji Kakao Kapasitas 750kg / Batch:

Kapasitas: 750 Kg / Batch
 Dimensi Mesin: 4900 mm X 1250 mm X 1700 mm.
Penggerak: Motor Bensin atau Elektromotor
Daya ( Power ): 5,5 HP atau 1HP
Energi Yang Digunakan: Bensin atau Listrik
Sumber Panas: Tungku Kayu Dengan Satu Kipas Axial.
Bahan Material Lantai Pengering: Ayakan Aluminium / Stainless Steel.
Sistem: Tidak Langsung Lewat Pipa Pindah.

b. Spesifikasi Oven Pengering Biji Kakao Kapasitas 500kg / Batch:

Dimensi Mesin:3600 mm X 800 mm X 1500 mm.
Penggerak:Motor Bensin.
Daya ( Power ):5,5 HP.
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Kapasitas:500 Kg / Batch ( 1 Batch : 50 jam )
Sumber Panas:Tungku Kayu Dengan Satu Kipas Axial.
Bahan Material Lantai Pengering:Ayakan Aluminium / Stainless Steel.
Sistem:Tidak Langsung Lewat Pipa Pindah.

c. Spesifikasi Oven Pengering Biji Kakao K200kg:

Dimensi Mesin:2400 mm X 1050 mm X 1200 mm.
Penggerak:Motor Bensin.
Daya ( Power ):5,5 HP.
Energi Yang Digunakan:Bensin.
Kapasitas:200 Kg / Batch ( 1 Batch : 50 jam )
Sumber Panas:Tungku Kayu Dengan Satu Kipas Axial.
Bahan Material Lantai Pengering:Ayakan Aluminium / Stainless Steel.
Sistem:Tidak Langsung Lewat Pipa Pindah.

 

6. Mesin Pemecah Kulit Dan Pemisah Biji Kakao Sangrai ( Desheller )

mesin cokelat
Gambar Mesin Pemecah Dan Pemisah Biji Kakao

Spesifikasi Mesin Pemecah Kulit Dan Pemisah Biji Kakao Sangrai ( Desheller ) :

 

Kapasitas:50 Kg / Jam.
Daya (Power):½ HP 1 Phase.
Energi Yang Digunakan (Penggerak):Listrik.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Lisrik ).
Tegangan Listrik:220 V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Sistem Transmisi:Pulley Dan Sabuk Karet V.
Bahan Material:Besi Baja Dan Plat Besi
Dilengkapi Dengan:Blower.

Fungsi Mesin Pemecah Kulit Dan Pemisah Biji Kakao Sangrai ( Desheller ) : Untuk memisahkan kulit ari kakao selepas di sangrai.

 

7. Mesin Pemasta Kasar Cokelat

mesin cokelat
Gambar Mesin Pemasta Cokelat Kasar


Spesifikasi Mesin Pemasta Kasar Cokelat :

Daya ( Power ):1 HP 1 Phase.
Energi Yang Digunakan ( Penggerak ):Listrik.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Lisrik ).
Tegangan Listrik:220 V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Tipe Mesin:Ulir.
Bahan Material Silinder:Plat Stainless Steel Anti Karat.
Sistem Transmisi:Pulley Dan V-Belt.
Bahan Material:Besi Baja Dan Plat Stainless Steel Anti Karat.
Bahan Material Rangka:Besi Siku.

Fungsi Mesin Pemasta Kasar Cokelat : Untuk menggiling kakao untuk dijadikan pasta kasar cokelat.

 

8. Mesin Pengempa Lemak Cokelat

mesin cokelat
Gambar Mesin Pengempa Lemak Cokelat

 

Spesifikasi Mesin Pengempa Lemak Cokelat :

Daya ( Power ):1 HP 1 Phase.
Energi Yang Digunakan ( Penggerak ):Listrik.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Lisrik ).
Tegangan Listrik:220 V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Bahan Material Silinder Pengempa:Baja Berlapis Krom ( Chrome Anti Karat ).
Tebal Bahan Material Silinder Pengempa:20 mm.
Bahan Material Rangka:Plat Baja 35 mm, As Baja Pejal 50 mm, Dan Besi Profil H 15.

Fungsi Mesin Pengempa Lemak Cokelat : Untuk mengambil lemak cokelat.

 

9. Mesin Pemasta Halus / Choncing

mesin cokelat
Gambar Mesin Pemasta Cokelat Halus


Spesifikasi Mesin Pemasta Halus / Choncing :

Kapasitas:10 Kg – 12,5 Kg / Batch (1 Batch = 4 – 6 Jam ).
Daya ( Power ):500 Watt.
Daya ( Power ):1 HP 1 Phase.
Energi Yang Digunakan ( Penggerak ):Listrik.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Lisrik ).
Tegangan Listrik:220 V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Sistem Pemanas:Elemen Listrik.
Bahan Material Silinder:Plat Stainless Steel Anti Karat.
Tebal Bahan Material Silinder:3 mm.
Sistem Transmisi:Pulley Dan Sabuk Karet V.
Bahan Material Rangka:Baja Profil Dan Baja Kotak.
Bahan Material:Besi Baja, Plat Besi, Dan Plat Stainless Steel Anti Karat.

Fungsi Mesin Pemasta Halus / Choncing : Untuk membuat bubuk cokelat atau menghaluskan pasta cokelat.

 

10. Mesin Penghalus Cokelat / Refiner

mesin cokelat
Gambar Mesin Penghalus Cokeat / Refiner

 

Spesifikasi Mesin Penghalus Cokelat / Refiner :

Kapasitas:10 Kg – 12,5 Kg / Batch (1 Batch = 20 Jam ).
Daya ( Power ):1 HP 1 Phase.
Energi Yang Digunakan ( Penggerak ):Listrik.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Lisrik ).
Tegangan Listrik:220 V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Tipe Mesin:Ball Mill.

Fungsi Mesin Penghalus Cokelat/ Refiner : Untuk memperbaiki struktur kehalusan cokelat agar memiliki tekstur lebih lembut.

 

11. Mesin Pengayak Bubuk Cokelat

mesin cokelat
Gambar Mesin Pengayak Bubuk Cokelat


Spesifikasi Mesin Pengayak Bubuk Cokelat :

Kapasitas:100 Kg / Jam.
Daya ( Power ):1 HP 1 Phase.
Energi Yang Digunakan( Penggerak ):Listrik.
Penggerak:Elektro Motor ( Motor Lisrik).
Tegangan Listrik:220 V.
Frekuensi Listrik:50 Hz / 60 Hz.
Bahan Material Rangka:Besi Siku.
Dimensi Mesin:1400 mm X 600 mm X 840 mm

Fungsi Mesin Pengayak Bubuk Cokelat : Untuk mengayak bubuk cokelat supaya mendapatkan hasil seragam.

 

grosirmesin.com menyediakan Mesin Cokelat yang dapat memproses buah kakao dari awal hingga menjadi cokelat bubuk.

Kami siap membantu anda dalam mengembangkan usaha anda. Kenapa Harus Kami? Kami adalah perusahaan penyedia/pembuat alat-alat/mesin-mesin yang terpercaya.

Seperti mesin-mesin industri, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, konstruksi, UMKM, dan lain-lain. Mulai dari mesin sederhana hingga mesin-mesin industri besar, seperti Mesin Cokelat Dari Kakao.

Layanan kami untuk anda adalah memberikan training dalam mengoperasikan mesin-mesin dari kami.

Selain itu kami siap memberikan konsultasi kepada anda pada saat anda bingung mau usaha apa? Sedangkan anda punya modal untuk diinvestasikan.

grosirmesin.com hanya akan memberikan mesin-mesin yang berkualitas untuk anda. Karena mesin-mesin kami dibuat oleh tenaga ahli kami sendiri, dan sudah melewati Quality Control.

Serta bisa anda coba sebelum anda bawa pulang. Sehingga anda akan merasa puas dengan pelayanan kami, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami.

Untuk Info Proses pengolahan kakao bisa dilihat secara lengkap di Artikel INI, silahkan di KLIK 

 

 

Pengolahan Buah Kakao Menjadi Cokelat Dengan Mesin Cokelat

“Pengolahan Buah Kakao yang terintegrasi, menghasilkan efisiensi dan keuntungan yang besar untuk petani. Dan Mesin Cokelat ini akan jadi solusi untuk mereka.”

mesin cokelat

Kenali Proses Pembuatan Cokelat

Cokelat adalah slah satu makanan yang unik. Perhatikan teksturnya padat dan akan meleleh pada suhu ruang dan menjadi cairan lembut begitu masuk ke mulut Anda. Semua itu dikarenakan karakteristik lemak cokelat atau cocoa butter yang berbentuk padat pada suhu di bawah 250C dan akan meleleh pada suhu tubuh. Selain itu cokelat juga memiliki rasa manis yang disukai banyak orang.

DARI BIJI COKELAT

Cokelat berasal dari buah kakao (biji kakao). Tanaman kakao (Theobroma cacao) terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu jenis Criollo, Forastero dan Trinitario.

Criollo adalah jenis biji kakao dengan aroma yang sangat kuat tanpa rasa pahit, namun sangat rentan dan  sensitif terhadap perubahan iklim dan serangan hama, menjadi jenis kakau yang langka.

Berbeda dengan criollo, forastero lebih tahan terhadap perubahan iklim dan serangan hama, jumlah produksinya relatif banyak tetapi biji memiliki aroma yang lemah dengan rasa yang pahit.

Trinitario Biji kakao yang sebagian besar ditemukan di Indonesia  merupakan hasil persilangan antara Criollo dan Forastero dengan sifat yang mirip dengan Criollo.

Polongnya berbentuk elips (panjang 15-25 cm dan lebar 7-10 cm) dengan kulit yang relatif tebal (10-15 mm). Mereka berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi kuning, oranye, merah atau ungu ketika matang, meskipun dalam beberapa varietas tetap hijau ketika buah matang.

Daging atau ampasnya termasuk 20-40 biji kakao. Pada buah yang masak daging buahnya memiliki konsistensi yang lembut dan berlendir dengan rasa yang manis dan warna putih susu. Kacang itu sendiri berbentuk oval pipih. Panjang bijinya sekitar 2 cm dengan lebar sekitar 1 cm dan berat ± 1 gram bila dikeringkan.

PEMBUATAN COKELAT

Proses pembuatan cokelat melibatkan berbagai tahapan proses,. Untuk mendapatkan hasil cokelat terbaik, polong dipanen dalam kondisi matang penuh. Buah dipotong dan ditumpuk dengan hati-hati, kemudian dibelah dan bijinya dibuang. Di tingkat petani, biji kakao difermentasi dan dikeringkan sebelum dikirim ke pabrik kakao untuk diproses lebih lanjut.

Persiapan Biji Kakao (Biji Kakao)

Benih ditumpuk di lantai atau dalam wadah (keranjang bambu, kotak kayu) dan difermentasi selama 2 – 8 hari. Benih diaduk secara berkala agar oksigen yang dibutuhkan untuk proses fermentasi dapat masuk dan menyebar secara merata ke seluruh tumpukan benih.

Selama fermentasi, suhu biji naik menjadi 45 – 50 ° C yang mematikan biji (menghentikan perkecambahan) dan meningkatkan keasaman biji. Selain itu juga terjadi pembentukan warna dan rasa serta degradasi beberapa komponen yang menyebabkan rasa pahit dan gelap.

Daging buah yang menempel pada biji kakao secara enzimatis dipecah menjadi cairan yang larut dalam air. Fermentasi dikatakan sempurna jika warna biji kakao berubah dari warna terang menjadi cokelat tua yang homogen dan biji mudah dikeluarkan dari kulit bijinya.

Setelah fermentasi selesai, biji dikeringkan hingga kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan pengeringan atau menggunakan oven pengering (55 – 66oC). Di beberapa negara, termasuk Indonesia, benih dicuci sebelum dikeringkan. Meski akan memperbaiki penampilan benih, pencucian yang berlebihan berisiko meningkatkan kerapuhan benih.

Biji kakao kering dibagi menjadi beberapa kelas mut. Kualitas terbaik adalah biji yang termasuk dalam kelas mutu A.

Membuat Pasta Cokelat (Cocoa Liquor) | Mesin Cokelat

Proses pembuatan pasta cokelat melalui fase  pembersihan biji, pemisahan kulit dan pemanggangan. Pembersihan dimaksudkan untuk menghilangkan kotoran yang mungkin terbawa, seperti pasir, batuan, partikel tumbuhan dan lain sebagainya.

Kehadiran kotoran ini tidak diinginkan. Jika hanya kotoran keras yang berpotensi merusak peralatan pengolahan, maka kotoran organik tersebut juga dapat merusak rasa cokelat selama proses pemanggangan.

Proses pemanggangan dilakukan pada suhu maksimal 150oC, selama 10 – 35 menit, tergantung tujuan akhir penggunaan biji. Biji yang akan diolah menjadi kakao (cocoa) membutuhkan proses pemanggangan yang lebih intensif dibandingkan biji yang akan diolah menjadi kakao bubuk.

Terlepas dari metode pemanggangan yang Anda pilih, proses ini tidak boleh melepuh kulit karena akan merusak rasanya. Selama proses pemanggangan, kadar air biji turun menjadi sekitar 2% dan rasa cokelat berkembang. Biji akan berwarna lebih gelap dengan tekstur yang lebih rapuh dan kulit biji akan lebih mudah dipisahkan dari daging biji (nib).

Pemanggangan juga akan mempermudah proses ekstraksi lemak. Selain itu, panas selama pemanggangan juga berfungsi untuk mematikan kontaminan yang mungkin telah terlibat pada tahap sebelumnya.

Kacang panggang cepat dingin agar tidak terlalu panas. Benih tersebut kemudian ditumbuk dan dipisahkan dari kulit ari dan bagian-bagian sapi dengan cara ditiupkan udara (tampi mechanic). Kehadiran kulit ari dan kelembutan tidak diinginkan karena akan merusak cita rasa dan ciri produk olahan cokelat.

Proses Penggilingan (Penumbuk) | Mesin Cokelat

Setelah pemanggangan, biji kakao (nib) mengalami proses penggilingan (penumbuk). Proses ini dilakukan dalam 2 – 3 langkah untuk mendapatkan pasta cokelat (cocoa liquor atau massa kakao) dengan tingkat kehalusan tertentu.

Dalam pembuatan pasta cokelat, terkadang proses alkalisasi juga dilakukan sebelum proses penggilingan. Tujuan dari proses alkalisasi adalah untuk melunakkan rasa dengan menetralkan sebagian asam bebas, serta meningkatkan warna, keterbasahan dan dispersibilitas bubuk kakao.

Sehingga mencegah pembentukan endapan pada minuman cokelat. Pada proses alkalisasi daging panggang direndam dalam larutan alkali encer (konsentrasi 2 – 2,5%) pada suhu 75 – 100oC kemudian dinetralkan kemudian dikeringkan hingga kadar air menjadi 2%, atau diremas.

Proses ini menyebabkan pati membengkak dan menghasilkan massa berwarna cokelat dengan struktur seperti spons dan sel berpori.

Buat Cocoa Powder dan Cocoa Butter | Mesin Cokelat

Untuk mendapatkan bubuk kakao, bagian mentega kakao yang ada pada pasta cokelat harus dibuang. Proses penghilangan lemak dilakukan dengan cara pengepresan pasta menggunakan alat press (hidrolik atau mekanis) pada tekanan 400 – 500 bar dan suhu 90 – 100oC.

Cocoa butter panas disalurkan ke dalam alat filter untuk memisahkannya dari kotoran yang mungkin terbawa, untuk pencetakan dan pendinginan lebih lanjut. Lemak cokelat ini digunakan oleh industri cokelat.

Biji yang sudah dipress digiling menggunakan breaker dan diayak untuk mendapatkan ukuran partikel bubuk yang seragam. Kandungan lemak pada bubuk kakao berkisar 10-22%.

Bubuk kakao dengan danya  kandungan lemak yang tinggi biasanya memiliki warna yang  gelap dan rasa yang lebih ringan. Bubuk kakao digunakan dalam berbagai produk makanan, misalnya untuk pembuatan minuman cokelat, dalam bahasa Inggris untuk kue, puding, es krim dan lain sebagainya.

Pembuatan Cokelat (Cokelat) | Mesin Cokelat

Cokelat (cokelat) dibuat menggunakan pasta cokelat dengan tambahan sukrosa, lemak cokelat, dengan atau tanpa susu dan bahan lainnya (zat penyedap, kacang-kacangan, pasta kopi, dll.).

Bahan-bahan ini dicampur dalam mixer atau paster untuk menghasilkan pasta cokelat kental yang kemudian dihaluskan dengan mesin tipe roll sampai diperoleh massa cokelat yang halus (ukuran partikel kurang dari 20 µm).

Massa kakao yang telah dimurnikan dihancurkan dan dikeringkan pada suhu kamar dengan rasa asam. Untuk meningkatkan konsistensi tekstur dan rasa, massa cokelat terkadang diawetkan selama 24 jam pada suhu hangat (45 – 50oC) sebelum masuk ke proses conching.

Proses pemasakan ini, yang dikenal dengan sistem belanda, terkadang digunakan untuk membuat bubuk kakao.

Proses conching merupakan proses pencampuran untuk menghasilkan cokelat dengan rasa yang enak dan tekstur yang halus. Biasanya dilakukan dalam dua tahap, proses dilakukan pada suhu 80oC selama 24 – 96 jam.

Campuran cokelat dihaluskan terus menerus dan lesitin ditambahkan di ujung conching untuk mengurangi ketebalan cokelat. Pada tahap ini air dan senyawa pengganggu rasa menguap, cocoa butter akan menutupi partikel cokelat, gula dan susu.

 

× Whatsapp Kami!