Mesin Roasting Kopi

Mesin Sangrai Kopi atau Mesin Roasting Kopi adalah alat untuk membantu memasak biji kopi secara terukur dan terkendali.

Alat Roasting Kopi ini dilengkapi dengan pengukur suhu dan panas. Suhu dan panas disesuaikan dengan kebutuhan. Kelebihan mesin sangrai kopi ini menjadikan kopi masak secara merata dan anti gosong.

 

 Fungsi Mesin Sangrai Kopi atau Mesin Roasting Kopi

  • Untuk mensangrai biji kopi agar keharumannya berasa
  • Memperoleh biji kopi dengan tingkat pemasakan yang merata

 

Model dan Spesifikasi Mesin Sangrai Kopi atau Mesin Roasting Kopi

Kebutuhan Setiap orang sangatlah berbeda. Maka dari itu, Rumah Mesin menyediakan beberapa jenis mesin sangrai kopi/mesin roasting kopi yang mana bisa memenuhi kebutuhan anda.

1. Mesin Roasting Kopi Tipe SGK-K5

mesin roasting kopi

 

Kapasitas: 5 kg/jam
Bahan plat: SS
Rangkas siku: Besi
Pemanas: Gas
Tipe Sangrai: Semi udara panas
Waktu penggorengan: + 15 menit / proses
Dimensi: 600x400x800
Penggerak: EM ¼  Hp 220 V
Fungsi: Untuk mensangrai kopi

2. Mesin Roasting Kopi Tipe SGK-K10

 

mesin roasting kopi

Tipe: SGK-K10
Kapasitas: 10 kg/proses
Bahan plat: SS
Rangkas siku: Besi
Pemanas: Gas
Tipe Sangrai: Semi udara panas
Waktu penggorengan: + 15 menit / proses
Dimensi: 800x450x900 mm
Penggerak: EM ¼  Hp 220 V
Fungsi: Untuk mensangrai kopi

4. Mesin Roasting Kopi Tipe SGK-K15

 

mesin roasting kopi

Tipe: SGK-K15
Kapasitas: 15 kg/proses
Dimensi:900x500x1000 mm
Penggerak:EM ¼  Hp 220 V
Bahan:plat SS
Rangkas:siku besi
Pemanas: Gas
Tipe Sangrai: Semi udara panas
Waktu penggorengan: + 15 menit / proses

5. Mesin Roasting Kopi Tipe SGK-K20

 

mesin roasting kopi

Tipe: SGK-K20
Kapasitas: 20 kg/Proses
Dimensi:1200 x 600 x 1200 mm
Bahan plat: SS
Rangkas:siku besi
Pemanas: Gas
Tipe Sangrai: Semi udara panas
Waktu penggorengan: + 15 menit / proses
Fungsi: Untuk mensangrai kopi

6. Mesin Roasting Kopi Tipe SGK-K30

 

Mesin Roasting Kopi

Tipe: SGK-K30
Kapasitas: 30 kg/Proses
Dimensi: 1500 x 700 x 1500 mm
Penggerak: EM 1 Hp 220 V
Diameter tabung: 600 x 700 mm
Tebal: 1,5 mm
Kerangka:besi kotak 40x40x2 mm
Pemanas: Gas
Tipe Sangrai: Semi udara panas
Waktu penggorengan: + 15 menit / proses
Fungsi: Untuk mensangrai kopi

 

Keunggulan Mesin Roasting Kopi Dari Grosir Mesin

grosirmesin.com menjual mesin dengan kualitas yang baik. Selain itu, kami juga memperhitungkan keunggulan keunggulan yang harus dicapai setiap mesin. Untuk itu,Mesin Roasting Kopi atau  mesin sangrai kopi mempunyai beberapa keungguan yang tentunya sangat diharapkan pelanggan.

Beberapa keunggulan tersebut adalah

  • Hemat Energi, Bahan Bakar, Tenaga, Waktu, Pikiran, Dan Uang.
  • Dukungan Dari Teknisi Handal Kami Dan Suku Cadang Terbaik.
  • Dirancang Dan Dibuat Dari Bahan Material Berkualitas Terbaik.
  • Mudah Dibawa / Dipindah Kemana-Mana ( Mobile ).
  • Mesin Mudah Dipahami Dan Mudah Dioperasikan.
  • Konsultasi Harga Dan Kebutuhan ( Budget ).
  • Mesin Sangat Andal Dan Tahan Lama.
  • Mesin Telah Terbukti dan Teruji
  • Training / Pelatihan Gratis.
  • Pelayanan Memuaskan.
  • Efektif Dan Efisien.
  • Mesin Bergaransi.

Selain mesin roasting kopi masih banyak juga mesin untuk pengolahan kopi dan mesin mesin untuk produk lain.

 


Sejarah Singkat Kopi di Indonesia

Minuman kopi telah menjadi salah satu minuman terpopuler di dunia. Ini cocok dengan rasa pahit dan membuat candu bagi kebanyakan orang. Seiring berjalannya waktu dan pesatnya penyebaran biji kopi ke seluruh dunia, tradisi minum kopi dari dunia Barat akhirnya diadaptasi oleh masyarakat Indonesia.

Permintaan kopi Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu karena kopi Robusta misalnya memiliki keunggulan yang sangat kuat, dan kopi arabika memiliki keunikan dan rasa yang sangat baik (keasaman, aroma dan rasa).

Kopi mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1696 ketika Walikota Amsterdam, Nicholas Witzen, memerintahkan komandan pasukan Belanda di pantai Malabar, Adrian van Oumen, untuk membawa biji kopi ke Batavia. Jenis kopi arabika pertama kali tumbuh dan berkembang di wilayah timur Jatinjara yang sekarang dikenal dengan Pondok Kobe.

Kopi dengan cepat menjadi komoditas komersial utama untuk senyawa organik yang mudah menguap. Jenis Kopi Jawa saat itu begitu populer di Eropa sehingga orang Eropa menyebut secangkir kopi sebagai Java cup. Di negara Barat, minum kopi di pagi hari sudah menjadi salah satu bentuk ritual dan budaya.

Tidak ada aktivitas awal yang lengkap tanpa secangkir kopi. Bahkan di Amerika, kopi sudah menjadi minuman tradisional masyarakat. Kopi merupakan menu minuman pada pagi, siang dan sore hari. Kebiasaan minum kopi sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Kopi bukan sekedar minuman untuk menghilangkan kantuk, sudah menjadi gaya hidup masyarakat global, bahkan di Indonesia. Semua kalangan dan semua lapisan masyarakat senang meminum minuman hitam ini karena baunya dan rasanya yang enak. Kafe modern dan kafe pinggir jalan bisa dengan mudah ditemukan di Indonesia.

Para Penikmat Kopi

Semua orang bisa menikmati kopi. Dari kedai kopi pinggir jalan yang menyajikan kopi dengan harga terjangkau hingga kafe modern di mal tempat Anda perlu membeli lebih banyak.

Minum kopi atau kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan sudah menjadi budaya di Indonesia. Bisa dibilang kopi adalah teman bergaul dan juga identitas bagi sebagian orang. Kopi tidak lagi digambarkan sebagai minuman yang secara harfiah diartikan sebagai cairan pelepas dahaga.

Kopi kini memposisikan dirinya lebih dari sekedar minuman, sebagai simbol budaya, adat istiadat, tradisi dan gaya hidup masyarakat modern.

Jenis Kopi Yang Wajib Kamu Tahu

Ada 25 jenis kopi dengan buah paling komersil, namun hanya ada 4 jenis kopi yang paling terkenal di dunia. Dan keempat jenis kopi tersebut adalah kopi arabika, kopi robusta, kopi liberika, dan kopi ekselsa.

1. Kopi arabika

Kopi arabika berasal dari Brazil. Arabika adalah jenis kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia sejauh ini.

Kopi arabika memiliki ciri morfologi tumbuhan sebagai berikut: Kopi arabika memiliki akar yang lebih dalam, daun bercabang tipis, ranting lentur, dan ukuran biji kecil berwarna hijau tua hingga merah tua.

Tanaman kopi jenis ini membutuhkan waktu 9 bulan untuk berbunga dan berbuah. Kopi Arabika tumbuh 700-1700 meter di atas permukaan laut (di atas permukaan laut) dengan suhu berkisar antara 16 hingga 20 ° C.

Kelemahan kopi arabika adalah hanya salah satu jenis kopi yang rentan terhadap HV Hemileia Vastratix, atau karat daun. Namun kualitas bijinya jauh lebih baik dari kopi liberika dan robusta. Selain itu, kopi arabika dikenal enak dan memiliki aroma yang kuat serta nikmat.

Saat ini kopi arabika mendominasi sebagian besar pasar kopi global, dan harganya jauh lebih tinggi dibandingkan jenis kopi lainnya. Di Indonesia sendiri, kopi arabika jenis ini bisa kita jumpai mulai dari Aceh hingga Papua.

2. Kopi Robusta

Kopi Robusta awalnya ditemukan di negara Kongo. Jenis Kopi ini dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 400-700 mg (ASL) dan suhu antara 21 dan 24 ° C. Umumnya kopi jenis ini membutuhkan waktu 10-11 bulan untuk proses pembuahan dari bunga hingga buah.

Kelemahan dari kopi Robusta adalah memiliki rasa yang kurang pekat dan cenderung lebih pahit dibanding arabika. Harganya yang jauh lebih murah dari kopi arabika, sehingga kopi jenis ini di Indonesia disebut juga sebagai “kopi murah”.

3. Kopi liberika

Jenis Kopi liberika berasal dari Liberia dan Afrika Barat. Kopi liberika bisa tumbuh 9 meter di atas permukaan tanah. Jenis Kopi ini memiliki ukuran daun, bunga, cabang, buah, dan pohon yang lebih besar dibandingkan dengan varietas Arabika dan Robusta. Kopi liberika agak rentan terhadap HV Hemileia Vastratix, atau penyakit karat daun.

Kualitas buah relatif rendah, tetapi varietas kopi liberika dapat berbuah sepanjang tahun dan dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah. Kopi liberika yang diimpor ke Indonesia adalah varietas Ardoniana dan Durvei.

Hidup ini terlalu singkat untuk minum kopi murahan – tidak diketahui

4. Kopi Axelsa

Kopi Ekselsa berasal dari Afrika Barat, pertama kali kopi jenis ini ditemukan di dekat Danau Chad.  Ekselsa sangat cocok ditanam di daerah dataran rendah yang lembab. Sangat mudah untuk menanam kopi jenis ini, karena kopi Ekselsa tidak mudah terserang penyakit. Kopi ini juga bisa ditanam di areal lahan gambut.

Di Indonesia, kopi Ekselsa sangat mudah ditemukan di Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, karena medan di daerah tersebut sangat mendukung untuk budidaya kopi Ekselsa.

Sebenarnya harga dan kualitasnya masih jauh lebih rendah dibandingkan kopi arabika dan robusta, namun karena jenis tanaman kopi ini tidak mudah terserang penyakit, banyak penanam kopi juga menanam kopi jenis eksklusif ini.

Tiga Daerah Penghasil Kopi Terbaik Di Indonesia

Dari Merauke hingga Sabang, banyak sekali tempat produksi kopi berkualitas tinggi yang akan disukai pecinta kopi di seluruh dunia. Biji kopi yang dihasilkan di setiap daerah dibedakan menurut karakteristiknya masing-masing.

Padahal, kopi sudah lama menjadi komoditas alam di Indonesia yang dibanggakan dan menjadi bukti kesuburan dan kekayaan nusantara. Kopi Arabika dan Robusta melimpah di Indonesia. Mari kita definisikan tiga di antaranya:

Gayo, Aceh

Perkebunan kopi yang berdiri lebih dari satu abad yang lalu ini terletak di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah dan merupakan daerah penghasil kopi terbesar dan terbesar di Indonesia. Gayo terkenal dengan kualitas kopi arabika nya yang sering disebut sebagai arabika terbaik dunia.

Kopi Gayo – sebutan biji kopi di daerah ini – memiliki ketebalan yang ringan, keasaman seimbang, aroma khas dan aftertaste yang kurang pahit. Kopi ini juga disebut – kacang hijau – karena ditanam hampir tanpa menggunakan pupuk buatan. Nilai alam inilah yang membuat kopi Gayo begitu berharga bagi para pecinta kopi di seluruh dunia.

Kintamani, Bali

Pegunungan Kintamani di Bali merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik berikut ini. Kopi yang ditanam di kebun ini diairi dengan sistem irigasi SUBAK. Kopi Kintamani sangat digemari para penikmat kopi internasional karena memiliki ciri kental sedang, keasaman rendah dan tidak memiliki rasa yang kuat.

Uniknya, kopi arabika dari kawasan ini memiliki rasa jeruk dan pedas saat diseduh. Alasan untuk menjaga kualitas kopi Kintamani antara lain karena petani Kintamani Bin sangat berkomitmen terhadap tata cara panen pada saat panen.

Tanggamus, Lampung

Perkebunan Kopi Tanggamus terletak di sekitar kaki bukit dan lereng Gunung Tanggamus di Lampung. Daerah ini menghasilkan kopi robusta dan menyumbang 40% dari total produksi kopi lampung.

Robusta Tanggamus memiliki kualitas yang sangat baik sehingga sangat diminati baik di pasar domestik maupun internasional. Tanggamus robusta tumbuh secara organik di dataran pegunungan yang sejuk dan subur, serta dikenal dengan rasa dan aromanya yang kuat.

 


Proses Pengolahan  Biji Kopi

pengolahan kopi

Proses pengolahan biji kopi menjadi biji kopi kering dengan kadar air 12-13%. Dengan pengolahan primer dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu metode basah dan metode kering.

Cara keringan dilakukan dengan cara menjemur buah kopi hingga kadar air mencapai 12-13% kemudian mengupas cangkangnya.

Sedangkan cara basah dilakukan dengan cara mengupas biji kopi terlebih dahulu, kemudian dicuci dan dikeringkan sampai titik kelembaban 12-13%.

Berikut tahapan pengubahan biji kopi menjadi biji kopi kering:

1. Panen

Buah kopi dipanen dengan tangan dengan memetik buah yang matang. Pematangan buah ditandai dengan adanya perubahan warna kulit buah.

Kulit berubah menjadi hijau tua saat muda, kuning saat matang sepenuhnya, merah saat matang sepenuhnya, dan hitam saat matang.

2. Memilah buah

Pemilahan buah kopi bertujuan untuk memisahkan buah kopi berkualitas tinggi (matang, digiling, seragam) dari buah kopi berkualitas buruk (cacat, hitam, pecah, berlubang, yang terserang hama / penyakit)

Filter kopi juga digunakan untuk menghilangkan kotoran seperti daun, ranting, tanah, dan kerikil karena kotoran dapat merusak mesin penggiling.

3. Kupas kulit buahnya

Buah dikupas menggunakan metode pengolahan biji kopi basah primer. Buahnya dikupas menggunakan alat pengupas berbentuk silinder atau bisa juga menggunakan Mesin Pengupas Kopi Basah ini.

Buah kopi dikupas dengan menyemprotkan air ke dalam silinder dengan buah kopi yang akan dikupas. Anda bisa menggunakan scrub kopi basah untuk mempermudah kulit kopi basah.

Air yang jatuh ini membantu bunga sakura mencapai laras sekaligus membersihkan lapisan lendir.

Selain itu, penggunaan air mengurangi tekanan slip silinder pada ceri kopi sehingga kulit klakson tidak retak.

4. Fermentasi

Proses fermentasi bertujuan untuk menghilangkan lapisan lendir yang tertinggal pada permukaan kulit biji kopi setelah diangkat.

Selain itu, fermentasi juga bertujuan untuk mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan “ringan” pada rasa minuman tersebut.

Prinsip fermentasi adalah memecah senyawa di lapisan mukosa oleh mikroba alami dan membantunya mendapatkan oksigen dari udara.

Fermentasi dapat dilakukan dengan cara basah (perendaman kolam) dan dehidrasi (tanpa perendaman dalam air). Proses penyeduhan ini biasanya dilakukan pada kopi arabika.

5. Mencuci

Pencucian bertujuan untuk menghilangkan sisa lendir hasil fermentasi yang masih menempel di kulit tanduk. Prinsip pencucian ini adalah memasukkan biji kopi HS ke dalam corong drum secara terus menerus dengan cara menyemprotkan air ke dalam drum.

Sirip pencuci yang diputar mesin bakar menaikkan massa biji kopi ke permukaan drum, sambil diaduk, lendir yang tersisa di permukaan kulit tanduk dikeluarkan dan dicuci dengan aliran air.

Kotoran akan menembus lubang-lubang di dinding silinder, sedangkan massa biji kopi bersih akan terdorong oleh sirip pencuci ke arah ujung drum.

6. Pengeringan

Proses pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air benih HS dari 60 – 65% menjadi 12-13%.

Proses pengeringan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain pengeringan mekanis dan kombinasi keduanya.

7. Pengukuran Kadar Air

Pengukuran kadar air digunakan untuk mengukur persentase air pada biji kopi. Kadar air pada biji kopi diukur setelah proses pengeringan dan hal ini harus dilakukan secara berkala pada saat penyimpanan biji kopi di gudang untuk mengontrol kadar air pada bahan.

Jika kadar air biji kopi lebih dari 13%, maka biji kopi tersebut harus dikeringkan kembali.

8. Kupas kopi

Tujuan dari mengupas kulit kopi adalah untuk memisahkan biji kopi dari cangkangnya. Biji kopi yang dikupas disebut nasi bin.

 

× Whatsapp Kami!