Beberapa Jenis Kopi Terbaik Di Indonesia yang Wajib Kamu Ketahui

Hallo sahapat penikmat kopi, kali ini saya akan memperkenalkan beberapa jenis kopi terbaik di Indonesia  yang wajib anda ketahui. Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbaik, produksi tahunan hingga 600 ribu ton dan mampu menyuplai 7% kebutuhan kopi dunia.

Menurut data kementrian Pertanian RI, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar di dunia, setelah Brazil dan Kolombia. Pemerintah menyatakan terdapat 16 jenis kopi yang diminati pasar Internasional. Berikut adalah beberapa jenis kopi terbaik di Indonesia yang harus anda ketahui. Tetapi sebelumnya mari kita ulas pengertian dari kopi itu sendiri.

Pengertian Kopi

Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Minuman ini merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudiyakan lebih dari 50 negara. Dua jenis pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu kopi robusta dan kopi arabika.

Manfaat Kopi Terbaik Di Indonesia 

Bagi Kesehatan:

  • meningkatkan fungsi otak dan memperbaiki mood.
  • Menstimulasi fungsi saraf dan menambah energi.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Pencegah penyakit parkinson dan alzheimer.
  • Mengurangi resiko diabetes tipe II.

Bagi kecantikan:

Kopi Terbaik Di Indonesia

  • Mengencangkan kulit dan menghilangkan mata panda.
  • Menjaga kesuburan rambut.
  • Mengangkat sel kulit mati.
  • Suplemen diet.

Sejarah Kopi

Kopi Terbaik Di Indonesia

Sejarah kopi, mulai dari asal-usul tanaman hingga perdagangannya.

Berbagai sumber mencatat bahwa tanaman kopi berasal dari Abyssinia. Namun tidak banyak diketahui bagaimana orang-orang Abyssinia memanfaatkan tanaman kopi. Kopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Arab. Biji kopi dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman menjadi komoditas komersial.

Di masa awal, bangsa Arab memonopoli perdagangan biji kopi. Mereka mengendalikan perdagangan lewat pelabuhan Mocha, di Yaman. Dari pelabuhan Mocha, biji kopi diperdagangkan sampai ke Eropa. Saat itu Mocha menjadi satu-satunya gerbang lalu-lintas perdagangan biji kopi, sampai-sampai orang Eropa menyebut kopi sebagai Mocha.

Memasuki abad ke-17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi sendiri. Pertama-tama nereka mengembangkannya di Eropa, namun iklim di sana tidak cocok untuk tanaman kopi. Kemudian mereka mencoba membudidayakan tanaman tersebut di daerah jajahannya di berbagai penjuru bumi. Usahanya berhasil, orang-orang Eropa mampu menggeser bangsa Arab dalam memproduksi kopi.

Salah satu pusat produksi kopi dunia ada di Pulau Jawa yang dikembangkan bangsa Belanda. Untuk masa tertentu kopi Jawa pernah mendominasi pasar kopi dunia. Saat itu secangkir kopi lebih terkenal dengan sebutan “Cup of Java”  atau “Secangkir Jawa”.

Pengolahan Biji Kopi Kopi Terbaik Di Indonesia

  • Pengolahan Biji Basah 

a. Sortasi Buah Kopi

Setelah buah kopi dipanen, segera lakukan sortasi. Pisahkan buah dari kotoran dan buah yang kurang sempurna. Pisahkan pula buah yang berwarna merah dengan buah yang kuning atau hijau. Pemisahan buah yang mulus dan berwarna merah (buah superior) dengan buah inferior berguna untuk membedakan kualitas biji kopi yang dihasilkan.

b. Pengupasan Kulit Buah

Kupas kulit buah kopi, disarankan dengan bantuan mesin pengupas. Terdapat dua jenis mesin pengupas, yaitu manual dan tenaga mesin. Selama pengupasan, alirkan air secara terus menerus kedalam mesin pengupas.

Fungsi pengaliran air untuk melunakkan jaringan kulit buah agar mudah terlepas dari bijinya. Hasil dari proses pengupasan kulit buah adalah biji yang masih memiliki kulit tanduk, atau disebut juga biji kopi.

c. Fermentasi Biji Kopi 

Lakukan fermentasi terhadap biji yang telah dikupas. Ada dua cara fermentasi biji kopi yaitu pertama, dengan merendam biji dalam air bersih. Yang kedua, menumpuk biji basah dalam bak semen atau bak kayu, kemudian ditutup dengan karung goni dan harus selalu dibasahi.

Lama proses fermentasi pada lingkungan tropis berkisar antara 12-36 jam. Proses fermentasi juga dapat dilihati dari lapisan lendir yang menyelimuti biji. Apabila lapisan sudah hilang, proses fermentasi selesai.

Setelah difermentasi cuci kembali biji dengan air dan membersihkan sisa lendir dari kulit buah yang masih menempel pada biji.

d. Pengeringan Biji

Langkah selanjutnya biji kopi dikeringkan. Proses pengeringan dapat dengan cara dijemur atau dengan mesin pengering. Untuk penjemuran, tebarkan biji kopi  di lantai jemur secara merata. Ketebalan tumpukan biji sebaiknya tidak lebih dari 4 cm. Membolak-balik biji secara teratur.

Lama penjemuran sekitar 2-3 minggu dan akan menghasilkan biji kopi dengan kadar air berkisar 16-17%. Kadar air dalam proses ini adalah 12%. Proses ini bertujuan supaya biji kopi yang dihasilkan tidak mudah berubah rasanya dan tahan serangan jamur.

Untuk mendapatkan kadar air sesuai dengan yang diinginkan lakukan penjemuran lanjutan. Namun langkah ini agak lama karena sebelumnya biji kopi sudah direndam dan difermentasi dalam air. Pengeringan lanjutan dilakukan dengan bantuan mesin.

e. Pengupasan Kulit Tanduk

Setelah biji kopi mencapai kadar air 12%, kupas kulit menyelimuti biji. Pengupasan dapat ditumbuk atau dengan bantuan mesin pengupas. Disarankan menggunakan mesin untuk mengurangi resiko kerusakan biji kopi. Hasil pengupasan pada tahap ini disebut biji kopi beras (green bean).

f. Sortasi Akhir Biji Kopi

Setelah dihasilkan biji kopi beras, lakukan sortasi akhir. Tujuannya untuk memisahkan kotoran dan biji pecah. Selanjutnya, biji kopi dikemas dan disimpan sebelum didistribusikan.

  • Pengolahan Biji Kering

a. Sortasi Buah Kopi

Pisahkan buah superior dengan buah inferior sebagai penanda kualitas.

b. Pengeringan Buah Kopi Kopi Terbaik Di Indonesia

Jemur buah kopi di atas lantai penjemuran secara merata. Ketebalan kopi yang dijemur tidak lebih dari 4 cm. Lakukan pembalikan minimal 2 kali dalam satu hari. Proses penjemuran memerlukan waktu 2 minggu dan akan menghasilkan buah kopi kering dengan kadar air 15%. Apabila kadar air masih tinggi, lakukan penjemuran ulang hingga mencapai kadar air yang diinginkan.

c. Pengupasan Kulit Buah dan Kulit Tanduk

Buah kopi yang sudah dikeringkan siap untuk dikupas kulit buah dan kulit tanduknya. Disarankan kadar air buah kopi berada pada kisaran 15%. Karena, apabila terlalu tinggi akan sulit untuk dikupas, sedangkan bila kurang bisa pecah.

Pengupasan dapat dilakukan dengan cara ditumbuk atau menggunakan mesin. Kelemahan cara ditumbuk adalah biji akan banyak yang  pecah, sedangkan apabila memakai mesin resiko lebih rendah.

d. Sortasi dan Pengeringan Biji Kopi Terbaik Di Indonesia

Setelah buah kopi dikupas, melakukan sortasi untuk memisahkan produk yang diinginkan dengan sisa kulit buah, kulit tanduk, biji pecah dan kotoran lainnya. Biji kopi akan stabil bila kadar airnya 12%.

Apabila belum mencapai 12% harus melakukan pengeringan lanjutan. Bisa dengan penjemuran atau dengan bantuan mesin pengering. Apabila kadar air lebih dari angka tersebut, biji akan mudah terserang jamur. Dan apabila kurang, biji kopi mudah menyerap air dari udara sehingga menyebabkan berubahnya aroma dan rasa kopi. Setelah mencapai kadar air yang sesuai , biji kopi sudah bisa dikemas dan disimpan.

  • Pengemasan dan Penyimpanan Kopi Terbaik Di Indonesia

Kemas biji kopi dengan karung yang bersih dan jauhkan dari bau-bauan. Untuk penyimpanan yang lama, tumpuk karung-karung diatas sebuah palet kayu setebal 10 cm. Berikan jarak antara tumpukan karung dengan dinding gudang.

Kelembaban gudang sebaiknya  pada kisaran kelembaban (RH) 70%. Disimpan dalam gudang bertujuan untuk menyimpan biji sebelum didistribusikan kepada pembeli.

Biji kopi yang disimpan harus terhindar dari serangan hama dan penyakit. Jamur adalah salah satu pemicu utama menurunnya kualitas kopi untuk daerah tropis.

Jenis-jenis Kopi Terbaik Di Indonesia

Kopi Terbaik Di Indonesia

1. Kopi Arabika Gayo (Sumatera) 

 Kopi ini merupakan kopi terbaik di Indonesia yang  berasal dari Aceh. Memiliki tekstur yang lebih encer atau tidak terlalu pekat dengan tingkat keasaman yang seimbang. Jenis kopi yang satu ini sangat cocok bagi anda yang bukan penyuka kopi asam. Masyarakat Aceh mempunyai cara penyajian tardisional yang khas. Bukan diseduh, tetapi kopi dan air direbus dalam panci hingga mendidih, lalu dituang ke dalam gelas berisi susu dan gula.

2. Kopi Arabika Kintamani (Bali)

Kopi Arabika Kintamani menjadi salah satu kopi yang populer di Jepang, Eropa, dan beberapa negara Arab. Tujuan ekspor utama kopi Kintamani memang di tiga negara tersebut. Memiliki rasa yang unik karena dominasi asam citrus segar dan aroma wangi bunga, dengan tingkat keasaman dan kekentalan sedang.

3. Kopi Arabika Toraja

Kopi Toraja adalah salah satu kopi terunggul di Indonesia yang diekspor ke negara Jepang dan Amerika. Alasan mengapa kopi ini di ekspor ke 2 negara tersebut adalah karena karakteristiknya yang unik, sesuai dengan kebiasaan minum kopi disana. Biasanya setelah minum kopi ini tidak menyisakan rasa pahit yang mengganggu bagi sebagian orang yang menikmatinya.

Sensasi pahit yang ditimbulkan biji kopi Toraja hanya ada di awal dan hilang dalam sekali tengguk. Kopi Toraja dan mayoritas kopi lainnya yang tumbuh di Sulawesi cenderung mempunyai rasa seperti tanah atau hutan dengan kandungan asam rendah.

4. Kopi Arabika Java Ijen Raung

Kopi Java Ijen Raung khas Bondhowoso ini pertama kali diekspor pada tahun 2011, dan popularitasnya kian meroket. Hingga tahun 2016, Indonesia berhasil mengekspor 858,91 ton kopi. Mempunyai ciri khas yang unik yaitu rasanya yang sedikit pedas dengan aroma bunga hutan. Mempunyai tingkat keasaman yang sedang, tetapi cenderung ke asam jawa daripada citrus.

5. Kopi Liberika Rangsang Meranti (Riau)

Kopi Liberika adalah salah satu kopi terbaik di Indonesia yang bersal dari Kepulauan Meranti. Malaysia dan Singapura merupakan negara tujuan ekspor terbesar. Tumbuhan ini berasal dari Belanda dan menyebar ke Indonesia pada abad ke-19 dikarenakan kopi jenis arabika mulai menyusut populasinya.

6. Kopi Arabika Flores Bajawa

Kopi Arabika Flores Bajawa memiliki kekentalan yang cukup pekat, tetapi tingkat keasamannya rendah. Berbeda dengan kopi- kopi lain di Indonesia, kopi arabika dari kawasan Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur, mempunyai rasa dominan cokelat dan vanili dengan rasa akhir yang sedikit nutty. Amerika adalah negara tujuan sebagian besar ekspor komoditas kopi Flores Bejawa.

7. Kopi Robusta Temanggung

Kopi Robusta Temanggung memiliki aroma yang cukup unik, yaitu aroma tembakau dengan rasa pahit pekat dan mendominasi. Namun itulah yang membuat kopi khas Temanggung, Jawa Tengah ini sangan autentik dan digemari. Bahkan pasar ekspornya sudah mencapai negara-negara Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

8. Kopi Mandailing

Kopi Mandailing telah dikenal dunia sejak tahun 1878. Pada tahun 1699, kolonial Belanda membawa kopi ke Indonesia. Penanaman kopi jenis Arabica pertama kali di tanam di daerah Mandailing Natal Kabupaten Pekantan Sumatera Utara. Selanjutnya penanaman dilakukan di daerah Tapanuli Utara dan Dataran Tinggi Gayo (Aceh Tengah). Kopi Mandailing memiliki cita rasa yang kuat dengan keasaman medium, cita rasa Floral dan memiliki rasa akhir  yang tidak ditemukan pada kopi lainnya.

9. Kopi  Arabika Lintong 

Kopi Luwak adalah salah satu produk unggulan kopi terbaik di Indonesia. Tetapi selain itu, kita dapat melihat beberapa macam jenis kopi lainnya yang juga dikenal terutama di daerah Lintong Nihuta, daerah Tapanuli Utara. Jenis kopi ini merupakan produk kopi Arabika. Kopi ini dikenal memiliki rasa yang kental namun tetap lembut. Selain itu dilengkapi juga dengan aromanya yang wangi dan rasa asam yang khas.

10. Kopi Kerinci

Kopi kerinci adalah kopi terbaik di Indonesiai. Berasal dari Gunung Kerinci yang datarannya tinggi (1500 diatas permukaan laut), membuat kopi Kerinci tumbuh subur dan menghasilkan kopi dengan citarasa yang unik dan nikmat. Kopi kerinci memiliki aroma dan rasa yang sweet bercampur dengan empah. Untuk rasanya, terdapat sensasi asam lemon berpadu dengan manis alami dari kopi, oleh karena itu bisa di katakan kopi Kerinci memilih Acidity yang tinggi.

11. Kopi Arabika Bengkulu

Tanah Bengkulu sangat subur, sehingga sangat baik untuk hasil perkebunan, terutama kopi. Memiliki rasa dan aroma yang unik yang membuat kopi Bengkulu semakin digemari oleh para pecinta kopi. Kopi Bengkulu memiliki perpaduan rasa lemon dan coklat yang nikmat. Jenis kopi ini adalah Arabika.

12. Kopi Jawa Preanger 

Kopi Jawa Prenger  bisa dikatakan sebagai asal mula perkebunan kopi di Indonesia, juga merupakan salah satu kopi terbaik di Indonesia. Java Preanger adalah daerah di Jawa Barat, yang berada di daerah pegunungan Malabar. Kopi Java Preanger juga disebut sebagai Kopi Malabar atau Kopi Bandung. Kopi Priangan dikenal dunia sebagai “A Cup of Java“. Kenikmatan kopi Java Preanger ini sudah mendunia dan tetap diminati hingga saat ini.

Kopi ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah aromanya yang cukup kuat. Aroma yang tercium adalah aroma Nutty dan Caramel. Selain itu kopi ini bisa dikatakan kopi yang ringan. Untuk pecinta kopi dengan citarasa lembut, maka kopi Java Preanger ini bisa dijadikan pilihan tepat untuk menemani hari-hari Anda.

13. Kopi Papua Moanemai

Moanemai adalah salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Papua Barat. Struktur tanah di Moanemani sangat subur. Para penduduk menyebut tanah mereka sebagai tanah hitam, karena tanahnya yang berwarna hitam dan mengandung unsur hara yang sangat tinggi. Semua tumbuhan tumbuh subur di daerah Moanemani. Keunggulan dari Kopi Papua Moanemani ini adalah rasanya yang unik, memiliki rasa winey dan coklat yang kuat, memiliki sensasi tersendiri ketika menikmati kopi ini.

14. Kopi Sidikalang

Sidikalang adalah sebuah kecamatan dibawah kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Kondisi alam sidikalang di penuhi oleh berbagai pegunungan dengan tingkat kemiringan yang bervariasi. Kondisi alam Sidikalang yang sejuk membuat beragam jenis buah-buahan dan pertanian tumbuh subur disini.

Kopi Sidikalang memiliki aroma dan rasa yang khas. Aroma nya yang pedas dipadu dengan manis caramel membuat Kopi Sidikalang kami begitu menggoda untuk diseruput. Dari segi rasa, kopi sidikalang kami memiliki perpaduan rasa antara buah, coklat hitam, dan juga ada rasa jeruk nya pada akhir mulut.

15. Kopi Arabika Solok Selatan

Daerah Solok Selatan merupakan daerah yang subur, dataran tinggi pada Kabupaten Solok merupakan lahan yang tepat untuk menanam kopi. Petani kopi Solok mulai menghasilkan kopi berkualitas tinggi yang dapat diterima oleh masyarakat luas.

Jenis kopi ini biasa juga di sebut sebagai Kopi Solok Minang. Kopi ini ditanam di daerah antara Gunung Talang dan Danau Kembar. Kopi Solok Selatan adalah kopi dari jenis Arabika. Jika diolah dengan baik dan benar, maka kualitasnya tidak kalah dari negara lain. Ciri khas kopi ini adalah mempunyai aroma yang kuat. Aroma yang paling terasa adalah aroma pedas atau rempah nya. Selain itu karakter rasa Citrus (lemon) dan chocolate note nya juga membuat kopi Solok Selatan ini terasa begitu nikmat ketika di seruput.

16. Kopi Arabika Wamena

Jenis kopi arabika Wamena merupakan salah satu yang dapat tumbuh subur di lembah Baliem daerah pegunungan Jayawijaya Mamena. Yang menarik adalah pertumbuhan dari jenis tanaman kopi ini tidak menggunakan pupuk kimia. Kopi Arabika Wamena dapat tumbuh subur secara alami.

Yang menarik adalah kopi Papua telah dinikmati oleh penggemar kopi dari seluruh dunia. Terutama adalah di warung kopi dan kafe yang ada di Wamena, selain itu jenis kopi ini telah menjadi produk unggulan tersendiri dari masyarakat Papua. Kualitas kopi ini  adalah memiliki cita rasa yang khas jika dibandingkan dengan kopi Arabika yang lain.

Keunggulan dari kopi Papua ini salah satunya adalah kemampuannya untuk tumbuh secara alami dan tidak menggunakan bahan pupuk kmia. Selain itu kelebihan dari jenis kopi ini dikenal mempunyai aroma dan rasa yang khas. Jenis kopi ini juga tidak memiliki rasa asam karena kadar asam yang terlihat lebih rendah. Jika kita melihat dari sisi penyajian kopi yang ada terlihat memiliki berbagai macam jenis proses penyajian yang menarik.

WhatsApp chat