Pada artikel ini saya akan menjelaskan macam macam kayu dengan kualitas terbaik di Indonesia. Namun sebelum lanjut ke pembahasan mengenai macam macam kayu, saya akan menjelaskan secara singkat pengertian kayu dan sifat-sifat fisik yang dimiliki oleh kayu. Oke, langsung saja kita lanjut ke pembahasan.
Apa Itu Kayu
Kayu merupakan bagian batang atau cabang serta rating tumbuhan yang mengalami proses lignifikasi atau pengayuan sehingga menjadikan tekstur kayu menjadi keras. Bahan baku kayu digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), membuat perabot (meja, kursi, almari), bahan kertas, kayu bakar dan lain-lain. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan rumah tangga dan sebagainya. Beberapa jenis kayu dipilih karena bersifat kedap air, isolator (tidak dapat menghantarkan arus listrik), dan mudah dibentuk.
Sifat Fisik
Setiap jenis kayu mempunyai sifat fisik yang bervariasi yang menentukan kualitas dan fungsi dari kayu tersebut. Misalnyam kayu lunak (softwood) lebih cocok untuk dijadikan kertas karena mudah dihancurkan dan dijadikan pulp (bubur kertas). Sedangkan kayu keras (hardwood) digunakan sebagai bahan bangunan ataupun perabotan.
Selain itu, keberadaan knot (mata kayu) dan warna juga mempengaruhi kualitas dan fungsi kayu. Kayu merupakan hasil dari tumbuhan hidup dengan serat yang tidak homogen, sehingga sifat fisiknya tidak akan sama secara radial dan longitudinal.
Macam Macam Kayu di Indonesia
Butuh material kayu untuk bahan bangunan, furniture, atau produk kerajinan lainnya? Indonesia-lah gudangnya macam macam kayu dengan kualitas yang mendunia. Indonesia memiliki iklim dan jenis tanah yang mendukung untuk mendukung tumbuh suburnya berbagai vegetasi yang menyediakan banyak varian kayu kuat dan berurat bagus. Berikut ini adalah kayu-kayu asli indonesia yang mungkin juga terdapat disekitar anda.
1. Macam Macam Kayu : Kayu Jati
Siapa yang tidak pernah mendengar nama Kayu Jati? Kayu yang memiliki warna coklat ini mempunyai urat kayu bewarna coklat gelap yang berjarak jarang-jarang antara satu dengan yang lain. Kayu Jati terkenal karena kekuatan dan kepadatannya, yang mempengaruhi durabilitas kayu ini.
Minyak didalam Kayu Jati dianggap membuat kayu ini menjadi lebih tahan rayap, dan pori-pori nya yang kecil membuat kayu ini dapat di finishing dengan sangat halus. Kepadatan Kayu Jati membuatnya menjadi kayu terbaik untuk dibuat seni ukiran.
2. Macam Macam Kayu : Meranti
Kayu Meranti atau disebut juga Kayu Kalimantan merupakan kayu yang kerap digunakan untuk membuat kusen, furniture dan panel. Mendapat julukan Kayu Kalimantan karena kayu meranti tumbuh paling baik di daerah Kalimantan meskipun Kayu Meranti juga dapat tumbuh diberbagai daerah di Indonesia sebagai negara dengan iklim tropis.
Batang Kayu Meranti dapat tumbuh hingga setinggi 70 meter dengan diameter dapat mencapai 4 meter atau lebih. Kayu Meranti yang mempunyai nama latin Mahoni Philipina ini sering kita temui berwarna coklat kemerahan dan tanpa urat kayu (grain). Kayu Meranti dijual di toko material sebagai papan atau kaso.
3. Macam Macam Kayu : Cendana
Wangi, itulah kesan pertama yang didapatkan pada Kayu Cendana. Pohon Cendana hanya tumbuh hingga setinggi 15 meter dengan diameter batang hanya 30 cm. Pohon ini sulit dibudidayakan serta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat dipanen, meskipun begitu, Kayu Cendana sangat diminati dipasaran.
Kayu cendana sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan dupa dan produk kerajinan kayu lainnya. Kayu Cendana yang diolah menjadi produk kerajinan maupun furniture sebaiknya dibiarkan polos atau tidak di coating agar tidak menghilangkan wangi dari Kayu Cendana tersebut.
4. Macam Macam Kayu : Ulin
Kayu Ulin dikenal sangat tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban, tidak mudah dimakan rayap serta pengaruh air karena bersifat berat dan keras. Ulin dapat tumbuh hingga setinggi 50 meter dengan diameter hingga lebih dari 1 meter.
Kayu Ulin dapat digunakan untuk berbagai keperluan terutama konstruksi. Di daerah Kalimantan dimana banyak ditemukannya kayu jenis ini, sejak dahulu kayu ini digunakan sebagai bahan pembuatan rumah panggung bagi penduduk lokal.
5. Macam Macam Kayu : Merbau
Kayu ini merupakan jenis kayu keras dan memiliki julukan sebagai Kayu Besi. Merbau mempunyai warna coklat abu gelap atau merah coklat gelap dengan arah serat yang hampir lurus. Kayu Merbau ini berasal dari Maluku dan Papua
Kayu ini dapat tumbuh menjulang hingga setinggi 50 meter dengan diameter hingga 2 meter. Merbau banyak dijadikan sebagai parket atau papan untuk lantai, tiang bangunan, bak truk hingga bahan konstruksi jembatan dikarenakan kekerasan dan durabilitasnya yang cukup tinggi. Saat ini harga Kayu Merbau hampir sama dengan harga Kayu Jati.
6. Eboni
Kayu yang mempunyai nama latin Diospyros Celebica ini, kini sudah cukup langka. Perpaduan warna hitam dan coklat dengan urat yang kontras pada kayu ini membuatnya menjadi kayu yang sangat diburu oleh bangsa Jepang, Eropa dan Amerika.
Pohon Kayu Eboni dapat tumbuh hingga setinggi 40 meter dengan diameter hingga 1 meter. Kayu dengan urat yang eksotis ini sering dijadikan bahan baku pembuatan alat musik seperti gitar, piano hingga biola. Kayu ini juga digunakan sebagai tongkat, seni ukiran, patung dan juga perhiasan.
7. Trembesi
Pohon Trembesi mempunyai manfaat sebagai penyerap gas CO2 yang baik. Kayu Trembesi kini semakin diminati oleh pasar lokal dan Asia untuk dijadikan bahan baku pembuatan furnitur, ukiran dan patung. Hal ini disebabkan oleh urat Kayu Trembesi yang menawan.
Kayu Trembesi dapat tumbuh hingga setinggi 40m dengan diameter hingga 4.5 meter. Kayu Trembesi sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan furniture indoor yang tebal serta lebar hingga 1.5 meter, hal ini dikarenakan kekuatannya yang kurang namun cukup lentur sehingga pengolahan kayu ini lebih cocok dipotong dengan ukuran besar.
8. Sonokeling
Ini dia Rosewood-nya Indonesia, Kayu Sonokeling. Kayu Sonokeling mempunyai corak yang indah, bewarna coklat gelap dengan alur berwarna hitam sehinga membuat kayu ini terlihat sangat eksotis. Pohon Kayu Sonokeling dapat tumbuh hingga setinggi 40 meter dengan diameter mencapai 2 meter.
Kayu Sonokeling digunakan untuk membuat berbagai jenis produk, mulai dari furniture, alat musik, hingga alat olah raga. Kayu Sonokeling memiliki kadar air yang rendah serta cukup menghasilkan minyak kayu juga terkenal tahan terhadap serangan rayap dan jamur yang menyebabkan pembusukan pada kayu.
9. Mahoni
Kayu Mahoni cukup baik dalam uji tekanan baik secara vertikal maupun horizontal, sehingga dapat diaplikasikan penggergajian dari berbagai arah dengan baik. Karena kayu ini lebih lunak dibandingkan Kayu Jati, Kayu ini cukup mudah untuk di ukir dan dibentuk sesuai keinginan.
Kayu Mahoni cukup tahan terhadap serangan hama kayu serta cukup mudah untuk diamplas. Mahoni tidak mudah retak ketika di steam pada proses pembengkokan. Kayu Mahoni memiliki ciri fisik yaitu berwarna merah pada bagian dalamnya, berpori-pori kecil dan plain (coraknya tidak terlalu terlihat).
10. Bangkirai
Di Indonesia, Kayu ini banyak dipasok dari hutan Kalimantan dan mempunyai warna kuning kecoklatan. Kayu Bangkirai dapat tumbuh hingga setinggi 40 meter dengan diameter hingga 120 cm.
Kayu Bangkirai mempunyai ikatan antar serat yang kuat dan mudah diolah menjadikannya cocok untuk decking, outdoor furniture, dan berbagai bahan konstruksi lainnya. Namun pada beberapa jenis bangkirai seratnya cenderung mudah terbuka dan mudah melintir sehingga tidak disarankan untuk digunakan pada konstruksi yang membutuhkan kestabilan tinggi.
11. Albasia / Sengon
Kayu Albasia termasuk kedalam jenis kayu yang lunak dan sulit untuk di finishing secara langsung. Karakternya yang berbulu, berpori-pori besar dan mudah patah membuat kayu ini tidak dapat langsung dijadikan material untuk membuat suatu produk. Kayu yang mudah untuk di olah ini digunakan sebagai bahan baku pembuatan kayu olahan seperti triplex, stick ice cream, pensil, korek api hingga bahan baku pembuatan kertas. Kayu Albasia mempunyai warna putih kotor bercampur coklat tanpa urat, berpori-pori besar dan lunak.
12. Pinus atau Cemara
Pinus dan Cemara memiliki banyak manfaat, mulai dari segi religius (digunakan sebagai pohon natal) hingga segi kesehatan. Kayu Pinus dan Cemara mempunyai sifat yang lembek dan mudah rusak, Hal ini membuat Kayu Pinus dan Cemara justru dimanfaatkan sebagai produk kayu seperti korek api dan palet kayu untuk shipping. Meskipun Kayu Pinus dan Cemara kini sering digunakan untuk furniture, sebaiknya perlu diingat bahwa kayu ini merupakan kayu dengan kekuatan dan keawetan rendah, warnanya mudah berubah saat berada dibawah sinar matahari.
13. Kelapa
Diberbagai belahan dunia, kayu kelapa digunakan sebagai bahan material untuk berbagai keperluan karena keberadaannya yang berlimpah di alam. Mulai dari kerajinan hingga furniture, Kayu Kelapa menjadi Kayu yang hampir dikenali oleh semua orang.
Kayu ini mempunyai corak yang unik, perpaduan coklat tua dan coklat muda yang kontras dengan bentuk lurus-lurus. Serat pada kayu kelapa cukup pendek sehingga pada olahan papan dari kayu kelapa terlihat seperti goresan-goresan pendek. Serat berwarna gelap merupakan serat yang lebih keras dibandingkan serat yang lebih terang.
14. Aren
Kayu Aren atau Ruyung dapat digolongkan kedalam jenis kayu keras dan jika disabet pinggirannya akan menjadi setajam sembilu. Kayu Aren jika diolah menggunakan mesin dapat merusak mesin pengolah seperti ketam mesin, gergaji bahkan mesin penghancur kayu sekalipun, hal ini disebabkan Kayu Aren memiliki urat kayu yang berwarna hitam yang sangat keras.
Karena masih termasuk kedalam keluarga Palma, Kayu Aren memiliki corak seperti Kayu Kelapa, namun perbedaan yang kontras dapat terlihat dari warna-nya yang jauh lebih gelap dibandingkan Kayu Kelapa. Kayu Aren memiliki pohon yang dapat tumbuh hingga setinggi 25 meter dengan diameter hingga 65 cm. Bagian batang Kayu Aren yang dapat digunakan sebagai papan adalah bagian agak luar hingga 10cm kearah dalam. Sedangkan bagian pada dalamnya lebih mudah rusak karena sifatnya yang lebih lunak.
—————————————————————————————————————————————————————————-
Selain macam macam kayu yang dijelaskan diatas, Indonesia masih memiliki banyak jenis kayu endemik dan kayu-kayu yang berkualitas tinggi lainnya yang harusterus kita jaga keberadaannya supaya tidak punah agar dapat kita manfaatkan untuk berkarya. Untuk itu kita perlu meningkatkan pengetahuan dan skill dalam memahami cara pengolahan material kayu menggunakan mesin bubut kayu ataupun yang lainnya agar dapat menghasilkan nilai tambah dari kayu tersebut. Sekian artikel tentang macam macam kayu yang dapat saya sampaikan, semoga artikel ini bermanfaat.